This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Blogroll

website hit counter
website hit counters

website traffic stats

12.04.2009

LISTRIK STATIS

Konsep Dasar Listrik Statis

Listrik statis (electrostatic) membahas muatan listrik yang berada dalam keadaan diam (statis). Listrik statis dapat menjelaskan bagaimana sebuah penggaris yang telah digosok-gosokkan ke rambut dapat menarik potongan-potongan kecil kertas. Gejala tarik menarik antara dua buah benda seperti penggaris plastik dan potongan kecil kertas dapat dijelaskan menggunakan konsep muatan listrik.

Berdasarkan konsep muatan listrik, ada dua macam muatan listrik, yaitu muatan positif dan muatan negatif. Muatan listrik timbul karena adanya elektron yang dapat berpindah dari satu benda ke benda yang lain. Benda yang kekurangan elektron dikatakan bermuatan positif, sedangkan benda yang kelebihan elektron dikatakan bermuatan negatif. Elektron merupakan muatan dasar yang menentukan sifat listrik suatu benda.

Dua buah benda yang memiliki muatan sejenis akan saling tolak menolak ketika didekatkan satu sama lain. Adapun dua buah benda dengan muatan yang berbeda (tidak sejenis) akan saling tarik menarik saat didekatkan satu sama lain. Tarik menarik atau tolak menolak antara dua buah benda bermuatan listrik adalah bentuk dari gaya listrik yang dikenal juga sebagai gaya coulomb.

Gaya Coulomb

Gaya coulomb atau gaya listrik yang timbul antara benda-benda yang bermuatan listrik dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu sebanding besar muatan listrik dari tiap-tiap benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara benda-benda bermuatan listrik tersebut.

Jika benda A memiliki muatan q1 dan benda B memiliki muatan q2 dan benda A dan benda B berjarak r satu sama lain, gaya listrik yang timbul di antara kedua muatan tersebut dapat dituliskan sebagai berikut....

Dimana

F adalah gaya listrik atau gaya coulomb dalam satuan newton k adalah konstanta kesebandingan yang besarnya 9 x 109 N m2 C–2 muatan q dihitung dalam satuan coulomb (C)

konstanta k juga dapat ditulis dalam bentuk

dengan ε0 adalah permitivitas ruang hampa yang besarnya 8,85 x 10–12 C2 N–1 m–2

Gaya listrik merupakan besaran vektor sehingga operasi penjumlahan antara dua gaya atau lebih harus menggunakan konsep vektor, yaitu sesuai dengan arah dari masing-masing gaya. Secara umum, penjumlahan vektor atau resultan dari dua gaya listrik F1 dan F2 adalah sebagai berikut.

1. untuk dua gaya yang searah maka resultan gaya sama dengan penjumlahan dari kedua gaya tersebut. Adapun, untuk dua gaya yang saling berlawanan, resultan gaya sama dengan selisih dari kedua gaya

(gambar)

R = F1 + F2 dan R = F1 – F2

2. untuk dua gaya yang saling tegak lurus, besar resultan gayanya adalah

(gambar)

3 untuk dua gaya yang membentuk sudut θ satu sama lain, resultan gayanya dituliskan sebagai berikut

(gambar)

Untuk penjumlahan lebih dari dua gaya, perhitungannya dapat menggunakan metode analitis (lihat pembahasan tentang analisis vektor).

Medan Listrik

Sebuah muatan listrik dikatakan memiliki medan listrik di sekitarnya. Medan listrik adalah daerah di sekitar benda bermuatan listrik yang masih mengalami gaya listrik. Jika muatan lain berada di dalam medan listrik dari sebuah benda bermuatan listrik, muatan tersebut akan mengalami gaya listrik berupa gaya tarik atau gaya tolak.

Arah medan listrik dari suatu benda bermuatan listrik dapat digambarkan menggunakan garis-garis gaya listrik. Sebuah muatan positif memiliki garis gaya listrik dengan arah keluar dari muatan tersebut. Adapun, sebuah muatan negatif memiliki garis gaya listrik dengan arah masuk ke muatan tersebut.

Gambar

Besar medan listrik dari sebuah benda bermuatan listrik dinamakan kuat medan listrik. Jika sebuah muatan uji q’ diletakkan di dalam medan listrik dari sebuah benda bermuatan, kuat medan listrik E benda tersebut adalah besar gaya listrik F yang timbul di antara keduanya dibagi besar muatan uji. Jadi, dituliskan

dan F = E q’

Adapun kuat medan listrik dari sebuah benda bermuatan listrik q di suatu titik yang berjarak r dari benda tersebut dapat dituliskan sebagai berikut

Di sini kuat medan listrik dituliskan dalam satuan N/C.

Kuat medan listrik juga merupakan besaran vektor karena memiliki arah, maka penjumlahan antara dua medan listrik atau lebih harus menggunakan penjumlahan vektor. Arah medan listrik dari sebuah muatan positif di suatu titik adalah keluar atau meninggalkan muatan tersebut. Adapun, arah medan listrik dari sebuah muatan negatif di suatu titik adalah masuk atau menuju ke muatan tersebut.

Gambar

Dua plat sejajar yang bermuatan listrik dapat menyimpan energi listrik karena medan listrik timbul di antara dua plat tersebut. Kuat medan listrik di dalam dua plat sejajar yang bermuatan listrik adalah

Dimana

σ adalah rapat muatan dari plat yang memiliki satuan C/m2

ε0 adalah permitivitas ruang hampa

(gambar) (gambar)

Kita juga dapat menghitung kuat medan listrik dari sebuah bola konduktor berongga yang bermuatan listrik, yaitu sebagai berikut.

Di dalam bola (r < R), E = 0

Di kulit atau di luar rongga (r > R),

Energi Potensial Listrik

Dua buah benda bermuatan listrik yang terletak berdekatan akan mengalami gaya listrik di antara keduanya. Suatu usaha diperlukan untuk memindahkan (atau menggeser) salah satu muatan dari posisinya semula. Karena usaha merupakan perubahan energi, maka besar usaha yang diperlukan sama dengan besar energi yang dikeluarkan. energi dari muatan listrik disebut energi potensial listrik. Besar usaha (W) atau perubahan energi potensial listrik dari sebuah muatan uji q’ yang dipindahkan dari posisi r1 ke posisi r2 adalah

(gambar)

Dengan demikian, usaha atau energi potensial untuk memindahkan sebuah muatan uji q’ yang berjarak r dari sebuah muatan lain q ke jarak tak berhingga dapat dituliskan sebagai berikut

Dimana tanda minus berarti usaha yang dilakukan selalu melawan gaya tarik yang ada (biasanya usaha yang dilakukan adalah usaha untuk melawan gaya tarik antara dua muatan).

Potensial Listrik

Suatu muatan uji hanya dapat berpindah dari satu posisi ke posisi lain yang memiliki perbedaan potensial listrik sebagaimana benda jatuh dari tempat yang memiliki perbedaan ketinggian. Besaran yang menyatakan perbedaan potensial listrik adalah beda potensial. Beda potensial dari sebuah muatan uji q’ yang dipindahkan ke jarak tak berhingga dengan usaha W adalah

Dimana V adalah potensial listrik dengan satuan volt (V).

Beda potensial dari suatu muatan listrik di suatu titik di sekitar muatan tersebut dinyatakan sebagai potensial mutlak atau biasa disebut potensial listrik saja. Potensial listrik dari suatu muatan listrik q di suatu titik berjarak r dari muatan tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut

Dari persamaan di atas tampak bahwa potensial listrik dapat dinyatakan dalam bentuk kuat medan listrik, yaitu

V = E r

Gambar

Berbeda dengan gaya listrik dan kuat medan listrik, potensial listrik merupakan besaran skalar yang tidak memiliki arah. Potensial listrik yang ditimbulkan oleh beberapa muatan sumber dihitung menggunakan penjumlahan aljabar. Untuk n muatan, potensial listriknya dituliskan sebagai berikut.

Catatan: tanda (+) dan (–) dari muatan perlu diperhitungkan dalam perhitungan potensial listrik.




JANGKA SORONG

Jangka sorong adalah suatu alat ukur panjang yang dapat dipergunakan untuk mengukur panjang suatu benda dengan ketelitian hingga 0,1 mm. keuntungan penggunaan jangka sorong adalah dapat dipergunakan untuk mengukur diameter sebuah kelereng, diameter dalam sebuah tabung atau cincin, maupun kedalam sebuah tabung.

Pada gambar disamping ditunjukkan bagian-bagian dari jangka sorong. (sorot masing-masing bagian dari jangka sorong tersebut untuk mengetahui nama setiap bagian).

Secara umum, jangka sorong terdiri atas 2 bagian yaitu rahang tetap dan rahang geser. Jangka sorong juga terdiri atas 2 bagian yaitu skala utama yang terdapat pada rahang tetap dan skala nonius (vernier) yang terdapat pada rahang geser.

Sepuluh skala utama memiliki panjang 1 cm, dengan kata lain jarak 2 skala utama yang saling berdekatan adalah 0,1 cm. Sedangkan sepuluh skala nonius memiliki panjang 0,9 cm, dengan kata lain jarak 2 skala nonius yang saling berdekatan adalah 0,09 cm. Jadi beda satu skala utama dengan satu skala nonius adalah 0,1 cm – 0,09 cm = 0,01 cm atau 0,1 mm. Sehingga skala terkecil dari jangka sorong adalah 0,1 mm atau 0,01 cm.

Ketelitian dari..... jangka sorong adalah setengah dari skala terkecil. Jadi ketelitian jangka sorong adalah : Dx = ½ x 0,01 cm = 0,005 cm

Dengan ketelitian 0,005 cm, maka jangka sorong dapat dipergunakan untuk mengukur diameter sebuah kelereng atau cincin dengan lebih teliti (akurat).

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa jangka sorong dapat dipergunakan untuk mengukur diameter luar sebuah kelereng, diameter dalam sebuah tabung atau cincin maupun untuk mengukur kedalaman sebuah tabung. Berikut akan dijelaskan langkah-langkah menggunakan jangka sorong untuk keperluan tersebut

1. Mengukur diameter luar

Untuk mengukur diameter luar sebuah benda (misalnya kelereng) dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut

* Geserlah rahang geser jangka sorong kekanan sehingga benda yang diukur dapat masuk diantara kedua rahang (antara rahang geser dan rahang tetap)
* Letakkan benda yang akan diukur diantara kedua rahang.
* Geserlah rahang geser kekiri sedemikian sehingga benda yang diukur terjepit oleh kedua rahang
* Catatlah hasil pengukuran anda

2. Mengukur diameter dalam

Untuk mengukur diameter dalam sebuah benda (misalnya diameter dalam sebuah cincin) dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut :

* Geserlah rahang geser jangka sorong sedikit kekanan.
* Letakkan benda/cincin yang akan diukur sedemikian sehingga kedua rahang jangka sorong masuk ke dalam benda/cincin tersebut
* Geserlah rahang geser kekanan sedemikian sehingga kedua rahang jangka sorong menyentuh kedua dinding dalam benda/cincin yang diukur
* Catatlah hasil pengukuran anda

3. Mengukur kedalaman

Untuk mengukur kedalaman sebuah benda/tabung dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut :

* Letakkan tabung yang akan diukur dalam posisi berdiri tegak.
* Putar jangka (posisi tegak) kemudian letakkan ujung jangka sorong ke permukaan tabung yang akan diukur dalamnya.
* Geserlah rahang geser kebawah sehingga ujung batang pada jangka sorong menyentuh dasar tabung.
* Catatlah hasil pengukuran anda.

Untuk membaca hasil pengukuran menggunakan jangka sorong dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut :

1. Bacalah skala utama yang berimpit atau skala terdekat tepat didepan titik nol skala nonis.
2. Bacalah skala nonius yang tepat berimpit dengan skala utama.
3. Hasil pengukuran dinyatakan dengan persamaan :

Hasil = Skala Utama + (skala nonius yang berimpit x skala terkecil jangka sorong) = Skala Utama + (skala nonius yang berimpit x 0,01 cm)

Karena Dx = 0,005 cm (tiga desimal), maka hasil pembacaan pengukuran (xo) harus juga dinyatakan dalam 3 desimal. Tidak seperti mistar, pada jangka sorong yang memiliki skala nonius, Anda tidak pernah menaksir angka terakhir (desimal ke-3) sehingga anda cukup berikan nilai 0 untuk desimal ke-3. sehingga hasil pengukuran menggunakan jangka sorong dapat anda laporkan sebagai :

Panjang L = xo ­+ Dx

Misalnya L = (4,990 + 0,005) cm

Jangka sorong biasanya digunakan untuk:

1. mengukur suatu benda dari sisi luar dengan cara diapit;

2. Mengukur sisi dalam suatu benda yang biasanya berupa lubang (pada pipa, maupun lainnya) dengan cara diulur;

3. Mengukur kedalamanan celah/lubang pada suatu benda dengan cara “menancapkan/menusukkan” bagian pengukur.

4. Jangka sorong memiliki dua macam skala: skala utama dan nonius.


Lihat contoh cara mengukur di bawah.



Lihatlah skala nonius yang berhimpit dengan skala utama. Di contoh, yang berhimpit adalah angka 4 (diberi tanda merah). Itu berarti 0.04 mm. Sekarang lihatlah ke skala utama di sebelah kiri angka nonius 0. Di situ menunjukkan angka 4,7 cm. Berarti hasil pengukurannya adalah 4,7 cm + 0.04 cm = 4,74 cm. Ingat lagi kan pelajaran SMA? Hehe. Untuk pembacaan ke inch prinsipnya sama, hanya saja harus pintar menggunakan skala yang berbeda







PERHITUNGAN DAYA

Daya listrik dalam pengertiannya dapat dikelompokkan dalam dua kelompok sesuai dengan catu tenaga listriknya, yaitu :

1. Daya listrik DC
2. Daya listrik AC.

Daya listrik DC dirumuskan sebagai :

P = V . I

dimana :

P = daya (Watt)

V = tegangan (Volt)

I = arus (Amper)

Daya listrik AC ada 2 macam yaitu: daya untuk satu phase dan daya untuk tiga phase, dimana dapat dirumuskan sebagai berikut :

Pada sistem satu phase:

P = V.I. cos θ

Dimana :

V = tegangan kerja = 220 (Volt)

I = Arus yang mengalir ke beban (Amper)

cos θ = faktor daya (cos phi)

Pada sistem tiga phase :

P = √3.V.I. cos θ

dimana:

V = tegangan antar phase =380 (Volt)

I = arus yang mengalir ke beban (Amper)

cos θ = faktor daya (cos phi)


Segitiga daya dapat digambarkan sebagai berikut :

S = daya semu = V*I

P = daya nyata (riil) = V*I*cos θ

Q = daya maya (imaginer) = V * I sin θ

Selanjutnya dapat digambarkan dalam segitiga daya



Contoh perhitungan

Sebuah lampu TL dengan daya 40 W mempunyai factor daya 0.8 berapa besar arus yang mengalir?

Jawab

TL = 40 W

Cos θ = 0.8

P = V*I* Cos θ

40W = VA*Cos θ
S = 40/0.8

S = 50 VA

S = V*I

I = 50/220

I = 0.227 A






PENGHEMATAN LISTRIK

Peralatan beban.

Adapun peralatan penunjang menggunakan serangkaian beban listrik berupa 5 lampu TL 15W, 2 lampu pijar 100W dan motor listrik 150W. Beban tersebut digunakan untuk mensimulasikan penghematan daya dengan memantau perubahan arus untuk perbaikan faktor daya setelah adanya beban induktansi.

Perencanaan kapasitor.

Kapasitor adalah komponen yang hanya dapat menyimpan dan memberikan energi yang terbatas yaitu sesuai dengan kapasitasnya, pada dasarnya kapasitor terdiri atas dua keping sejajar yang dipisahkan oleh medium dielektrik. Kapasitor pada sistem daya listrik menimbulkan daya reaktif untuk memperbaiki tegangan dan faktor daya, karenanya menambah kapasitor sistem akan mengurangi kerugian. Dalam kapasitor seri daya reaktif sebanding dengan kuadrat arus beban, sedang pada kapasitor paralel sebanding dengan kuadrat tegangan. Pemasangan peralatan kapasitor seri dan paralel pada jaringan distribusi mengakibatkan losses akibat aliran daya reaktif pada saluran dapat dikurangi sehingga kebutuhan arus menurun dan tegangan mengalami kenaikan sehingga kapasitas sistem bertambah. Kapasitor seri tidak digunakan secara luas dalam saluran distribusi, karena adanya berbagai permasalahan resonansi distribusi dalam transformator.

Manfaat penggunaan kapasitor paralel:

1. mengurangi kerugian
2. Memperbaiki kondisi tegangan
3. Mempertinggi kapasitas pembebanan jaringan

Untuk menghitung besarnya nilai kapasitor menggunakan rumus :

C = Qc/-V2ω

Dimana :

Qc = Daya reaktif kapasitor (Var)

V = Tegangan (Volt)

ω = 2πf

Contoh

Satu buah TL dengan daya = 15 W, tegangan = 220 V, Faktor daya = 0,35 Maka :

P = V.I.Cos θ

I = P/V.Cos θ = 15/220x0,35 = 15/77 = 0,1948 A » 194,8 mA

Konsumsi yang dibutuhkan secara teori apabila Cos θ nya 0,9 adalah :

I = P/V.Cos θ = 15/220x0,9 = 0,0757 A » 75,7 mA

Berapa % penghematan :

194,8 – 75,7 = 119,05 » ±61%

Cara mencari nilai kapasitor :

Cos θ1 = 0,35 » θ1 = Cos-1 x 0,35 = 69,50

Cos θ2 = 0,9 » θ2 = Cos-1 x 0,9 = 25,840

Daya Nyata P1 = 15W

Daya Semu S1 = V.I = 42,856 VA

S1 = P/Cos θ = 15/0,35 = 42,857 VA

Daya Reaktif Q1 = S.Sin θ

= 42,857.Sin69,5

= 40,143 VAR

P2 = P1 = 15 W

S2 = V.I = 220x75,75Ma = 16,665VA

Q2 = S.Sin θ

= 16,665.Sin 25,84

= 7.26 VAR

Daya reaktif yang harus dihilangkan :

ΔQ = Q2 – Q1

= 7,26 – 40,143 = - 32,883 VAR

Jadi kapasitor yang digunakan untuk mendapatkan sudut (Phi) = 1 adalah :

C = Qc/-V2ω = - 32,882/2202x314 = 32,882/15197600 = 2,2 μF

Jadi untuk penghematan dengan beban diatas setelah dilakukan perhitungan kapasitor yang harus dipasang sebesar = 2,2 μF






PENGUKURAN TAHANAN TANAH


Besarnya tahanan tanah sangat penting untuk diketahui sebelum dilakukan pentanahan dalam sistem pengaman dalam instalasi listrik. Untuk mengetahui besar tahanan tanah pada suatu area digunakan alat ukur dengan penampil analog. Hasil pengukuran secara analog sering terjadi kesalahan dalam pembacaan hasil pengukurannya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut,maka dirancanglah suatu alat ukur tahanan tanah digital yang memiliki kemudahan dalam pembacaan nilai tahanan yang diukur. Alat ukur ini penampilnya menggunakan digital pada segmen-

segmen, sehingga dengan mudah menyimpan data-data yang terukur. Perancangan alat ukur tahanan tanah digital ini menggunakan tiga batang elektroda yang ditanahkan yaitu elektroda E (Earth), elektroda P (Potensial) dan elektroda C (Curren). Tujuan penggunaan tiga batang elektroda tersebut adalah untuk mengetahui sejauh mana tahanan dapat mengalirkan arus listrik. Alat ukur tahanan tanah ini terdiri dari beberapa blok diagram rangkaian, antara lain rangkaian osilator,rangkaian tegangan input, rangkaian arus input, mikrokontroler dan rangkaian penampil. Sebelum hasil pengukuran di tampilkan ke LCD, data diolah dirangkaian mikrokontroler. Keuntungan dengan manggunakan mikrokontuler ini yaitu keluaran dari rangkaian input ini debelum masuk ke LCD bisa diatur. Sehingga, perancangan alat ukur tahanan tanah digital ini dapat mengukur tahanan tanah dengan teliti dan akurat. Hadil pengukuran tahanan tanah juga bergantung pada kondisi tanah itu sendiri. Pengukuran tahanan tanah dilakukan dengan membandingkan alat ukur rakitan dengan alat ukur yang sudah ada dengan merek Kyoritsu Earth Tester Digital. Selisih nilai pengukuran antara alat ukur rakitan dengan alat ukur yang sudah ada adalah sebesar 0,31 ohm.




TEST INSULASI / INSULATION TEST


Mengapa kita melakukan pengetesan insulation/ megger test ?? Test insulasi dipergunakan untuk mengetahui kondisi konduktor di jaringan. Insulasi yang memadai diperlukan untuk menghindari terjadinya direct contact seperti short circuit atau ground fault. Buruknya insulasi jaringan bisa mengakibatkan terjadinya arus bocor dan bisa membahayakan nyawa seseorang. Dimungkinkan juga akan menimbulkan percikan api yang bisa mengakibatkan kebakaran.

Pengetesan dilakukan dengan pengukuran tingkat kebocoran jaringan line/ phase dngan netral dan line dengan ground. Sebelum melakukan pengetesan terlebih dahulu dilakukan pemutusan hubungan komponen elektronik dan pilot lamp dengan jaringan. Metode pengetesan bisa dilakukan dengan tegangan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan. Batas minimum insulasi yang bisa ditolerir untuk pengetesan dengan tegangan 500 VDC adalah 0,5 Meg Ohm sedangkan dengan tegangan 1000 VDC adalah 1 Meg Ohm.



Insulasi menjadi salah satu penyebab utama terbakarnya sebuah motor selain masalah elektrik dan mekanik. Sebuah motor akan mengalami penurunan tingkat insulasi karena usia pakai. Jika insulasi motor telah mencapai antara 10 ~ 1 Meg Ohm maka perlu dilakukan preventive maintenance. Jika insulasi dibawah 1 Meg Ohm berarti motor dalam kondisi kritis.


Rumus Perhitungan Pengukuran Insulation Test

1. Pengukuran tegangan Rendah:

Rumus ≥ 1000. E (minimal)

Contoh :

E =380 V

R isolasi = 1000 . 380

= 380.000 Ω

= 0.38 M Ω

Bila hasil pengukuran lebih dari 0.38 maka alat tersebut masih bisa dikatakan baik.

2. Pengukuran Tegangan Menengah dan Tinggi :

Mengunakan DC Test

Rumus R ­isolator → Arus bocor

Max = ………… μA

Lihat table name plate alat





Wiring Pada Jaringan Distribusi



Pada Jaringan listrik GTT (gadu tiang trafo) input pada sisi primer tegangan 20 KV diturunkan menjadi 220/380 V pada sisi sekunder trafo, hubungan pada trafo distrbusi pada sisi primer dihubungkan delta dan pada sisi sekunder hubungan bintang, tegangan antar fasa terlihat pada gambar besarnya 380 V, fasa dengan netral 220 V.








BAHAYA-BAHAYA YANG TIMBUL PADA GARDU INDUK PADA KEADAAN GANGGUAN TANAH

Secara umum kita tinjau dahulu bahaya-bahaya yang mungkin dapat ditimbulkan oleh tegangan atau arus listrik terhadap manusia mulai dari yang ringan sampai yang paling berat yaitu: terkejut, pingsan atau mati.
Ringan atau berat bahaya yang timbul, tergantung dari faktor-faktor dibawah ini sebagai berikut :
1. Tegangan dan kondisi orang terhadap tegangan tersebut.
2. Besarnya arus yang melewati tubuh manusia
3. Jenis arus, searah atau bolak-balik

Tegangan
Pada sistem tegangan tinggi sering terjadi kecelakaan terhadap manusia, dalam hal terjadi tegangan kontak langsung atau dalam hal manusia berada di dalam suatu daerah yang mempunyai gradien tegangan yang tinggi. Akan tetapi sebenarnya yang menyebabkan bahaya tersebut adalah besarnya arus yang mengalir dalam tubuh manusia.
Khususnya pada gardu-gardu induk kemungkinan terjadinya bahaya terutama disebabkan oleh timbulnya gangguan yang menyebabkan arus mengalir ke tanah. Arus gangguan ini akan mengalir pada bagian-bagian peralatan yang terbuat dari metal dan juga mengalir dalam tanah di sekitar gardu induk. Arus gangguan tersebut menimbulkan gradien tegangan diantara peralatan dengan peralatan, peralatan dengan tanah dan juga gradien tegangan pada permukaan tanah itu sendiri. Untuk menganalisis lebih lanjut akan ditinjau beberapa kemungkinan terjadinya tegangan dan kondisi orang yang sedang berada di dalam dan di sekitar gardu induk tersebut.

Macam Tegangan
Sulit untuk menentukan secara tepat mengenai perhitungan tegangan yang mungkin timbul akibat kesalahan ke tanah terhadap orang yang sedang berada di dalam atau di sekitar gardu iduk, karenanya banyaknya faktor yang mempengaruhi dan tidak diketahui.
Untuk menganalisis keadaan ini maka diambil.....
beberapa pendekatan sesuai dengan kondisi orang yang sedang berada di dalam atau di sekitar gardu induk tersebut pada saat terjadi kesalahan ke tanah.
Pada hakekatnya perbedaan tegangan selama mengalir nya arus gangguan tanah dapat digambarkan sebagai berikut :
1. Tegangan sentuh
2. Tegangan langkah
3. Tegangan pindah

Tegangan Sentuh
Tegangan sentuh adalah tegangan yang terdapat diantara suatu obyek yang disentuh dan suatu titik berjarak 1 meter, dengan asumsi bahwa obyek yang disentuh dihubungkan dengan kisi-kisi pengetanahan yang berada dibawahnya.
Besar arus gangguan dibatasi oleh tahanan orang dan tahanan kontak ke tanah dari kaki orang tersebut, seperti pada gambar 7-1.





Tegangan Langkah
Tegangan langkah adalah tegangan yang timbul di antara dua kaki orang yang sedang berdiri di atas tanah yang sedang dialiri oleh arus kesalahan ke tanah. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada gambar 7.2.
Dalam hal ini dimisalkan jarak antara kedua kaki orang adalah 1 meter dan diameter kaki dimisalkan 8 cm dalam keadaan tidak memakai sepatu





Tegangan Pindah
Tegangan pindah adalah hal khusus dari tegangan sentuh, dimana tegangan ini terjadi bila pada saat terjadi kesalahan orang berdiri di dalam gardu induk, dan menyentuh suatu peralatan yang diketanahkan pada titik jauh sedangkan alat tersebut dialiri oleh arus kesalahan ke tanah, gambar 7.3.
Dari gambar 7.3 terlihat bahwa, orang akan merasakan tegangan yang lebih besar bila dibandingkan dengan tegangan sentuh seperti pada gambar 7.1. Tegangan pindah akan sama dengan tegangan pada tahanan kontak pengetanahan total. Tegangan pindah itu sulit untuk dibatasi, tetapi biasanya konduktor-konduktor telanjang yang terjangkau oleh tangan manusia telah diisolasi



Arus Yang Melalui Tubuh Manusia
Kemampuan tubuh manusia terhadap besarnya arus yang mengalir di dalamnya. Tetapi berapa besar dan lamanya arus yang masih dapat ditahan oleh tubuh manusia sampai batas yang belum membahayakan sukar ditetapkan. Dalam hal ini telah banyak diselidiki oleh para ahli dengan berbagai macam percobaan baik dengan tubuh manusia sendiri maupun menggunakan binatang tertentu. Dalam batas-batas tertentu dimana besarnya arus belum berbahaya terhadap organ tubuh manusia telah diadakan berbagai percobaan terhadap beberapa orang sukarelawan yang menghasilkan batas-batas besarnya arus dan pengaruhnya terhadap manusia yang berbadan sehat. Batas-batas arus tersebut dibagi sebagai berikut :
1. Arus mulai terasa atau persepsi.
2. Arus mempengaruhi otot.
3. Arus mengakibatkan pinsan atau mati atau arus fibrilasi
4. Arus reaksi

Arus Persepsi
Bila seseorang memegang penghantar yang diberi tegangan mulai dari harga nol dan dinaikkan sedikit demi sedikit, arus listrik yang melalui tubuh orang tersebut akan memberikan pengaruh. Mula mula akan merangsang syaraf sehingga akan terasa suatu getaran yang tidak berbahaya bila dengan arus bolak balik dan akan terasa sedikit panas pada telapak tangan.
Pada Electrical Testing Laboratory New York tahun 1993 telah dilakukan pengujian terhadap 40 orang laki-laki dan perempuan, dan diperoleh arus rata-rata yang disebut threshold of perception current sebagai berikut :
1. untuk laki-laki : 1,1 mA.
2. Untuk perempuan : 0,7 mA.

Arus Yang Mempengaruhi Otot
Bila tegangan yang menyebabkan terjadinya tingkat arus persepsi dinaikkan lagi maka orang akan merasa sakit dan kalau terus dinaikkan maka otot-otot akan kaku sehingga orang tersebut tidak berdaya lagi untuk melepaskan konduktor yang dipegangnya.
Di University of California Medical School telah dilakukan penyelidikan terhadap 134 orang laki-laki dan 28 orang perempuan dan diperoleh angka rata-rata yang mempengaruhi otot sebagai berikut :
1. untuk laki-laki : 16 mA.
2. Untuk perempuan : 10,5 mA

Berdasarkan penyelidikan ini telah ditetapkan batas arus maksimal dimana orang masih dapat dengan segera melepaskan konduktor bila terkena arus listrik sebagai berikut :
1. untuk laki-laki : 9 mA.
2. Untuk perempuan : 6 mA.

Arus Fibrilasi
Apabila arus yang melewati tubuh manusia lebih besar dari arus yang mempengaruhi otot dapat mengakibatkan orang menjadi pingsan bahkan sampai mati. Hal ini disebabkan arus listrik tersebut mempengaruhi jantung sehingga jantung berhenti bekerja dan peredaran darah tidak jalan dan orang segera akan mati.
Untuk mendapatkan nilai pendekatan suatu percobaan telah dilakukan pada University of California oleh Dalziel pada tahun 1968 , dengan menggunakan binatang yang mempunyai badan dan jantung yang kira-kira sama dengan manusia disebutkan bahwa 99.5 % dari semua orang yang beratnya kurang dari 50 kg masih dapat bertahan terhadap besar arus dan waktu yang ditentukan

Arus Reaksi
Arus reaksi adalah arus yang terkecil yang dapat menakibatkan orang menjadi terkejut, hal ini cukup berbahaya karena dapat mengakibatkan kecelakaan sampingan. Karena terkejut orang dapat jatuh dari tangga, melemparkan peralatan yang sedang dipegang yang dapat mengenai bagian-bagian instalasi bertegangan tinggi sehingga terjadi kecelakaan yang lebih fatal.
Penyelidikan yang terperinci telah dikemukan oleh DR. Hans Prinz dimana batasan-batasan arus tersebut seperti tabel 7.3.



Tahanan Tubuh Manusia
Tahanan tubuh manusia berkisar di antara 500 Ohm sampai 100.000 Ohm tergantung dari tegangan, keadaan kulit pada tempat yang mengadakan hubungan (kontak) dan jalannya arus dalam tubuh. Kulit yang terdiri dari lapisan tanduk mempunyai tahanan yang tinggi, tetapi terhadap tegangan yang tinggi kulit yang menyentuh konduktor langsung terbakar, sehingga tahanan dari kulit ini tidak berarti apa-apa. Sehingga hanya tahanan tubuh yang dapat membatasi arus.



Berdasarkan hasil penyelidikan oleh para ahli maka sebagai pendekatan diambil harga tahanan tubuh manusia sebesar 1000 Ohm.



12.03.2009

Siemens electrical produk







Schneider Electric rilis Square D PowerLogic Sirkuit Monitor CM4250


Schneider Electric di Amerika Utara Divisi Operasi hari ini memperkenalkan tolok ukur baru dalam kekuasaan pemantauan dan pengendalian: Square D ® Powerlogic ® CM4250 rangkaian monitor. Dirancang untuk bisnis intensif energi dan kekuasaan-sensitif proses, CM4250 menyediakan alat untuk membantu memaksimalkan kualitas kekuasaan dan kontrol biaya yang terkait dengan energi.

CM4250 industri yang terkemuka akurasi metering (pertemuan kedua ANSI dan IEC C12.20 Kelas 62.053-22 standar 0,2) dikombinasikan dengan pemecahan masalah lanjut fitur-fitur seperti anti-aliasing filter yang membantu menghilangkan sinyal palsu dan menjamin kualitas tertinggi pembacaan. Plus, meteran menawarkan berbagai fitur kualitas kekuasaan seperti gelombang penangkapan, analisis waveshape, gangguan merekam, dan deteksi gangguan arah, fasilitas yang memungkinkan manajer untuk memahami di mana transien, sags dan membengkak terjadi dalam kaitannya dengan meteran.

Dengan on-board luas data-logging kapasitas (diupgrade sampai 32 MB) yang dikombinasikan dengan fungsi alarm canggih yang mencakup titik setel modus belajar dan pilihan pilihan komunikasi, yang CM4250 dapat digunakan secara mandiri atau sebagai bagian dari kekuasaan Powerlogic pemantauan sistem.

Pendapatan-akurat CM4250 menyediakan alat untuk membantu manajer fasilitas menelusuri biaya, mengalokasikan biaya energi, dan sub-tagihan oleh departemen, daerah atau proses individu. Sementara pelacakan mengukur daya listrik dan kualitasnya melalui sebuah fasilitas, yang CM4250 juga dapat memantau utilitas lain, termasuk gas, kompresi udara, air, dan uap.

Melalui koneksi Ethernet, yang dapat mengingatkan fasilitas CM4250 manajer untuk alarm kondisi oleh pilihan metode, termasuk pager atau e-mail. Dan karena host halaman web sendiri, fasilitas personil dapat memeriksa pada perangkat kapan saja, dari mana saja dengan menggunakan web browser standar.

Apakah memaksimalkan kualitas daya pada data center, atau membantu untuk mengontrol biaya di pabrik pengolahan, yang CM4250 menyediakan fasilitas alat-alat untuk membantu manajer lebih memahami dan mengendalikan penggunaan energi dan potensi mendiagnosis masalah untuk meminimalkan downtime.




Zelio Control



Description

Zelio adalah sebuah smart relay.

Tujuan diciptakannya Smart Relay :
1. Untuk menggantikan logika dan pengerjaan sirkit kontrol relay yang merupakan instalasi langsung.
2. Dengan smart relay rangkaian kontrol cukup dibuat secara software.
3. Smart Relay dirancang untuk instalasi dan perawatan oleh teknisi elektrik industri yang tidak harus mempunyai skill elektronika tinggi.

Keunggulan Smart Relay :
1. Sangat mudah untuk diimplementasikan dan waktu implementasi proyek lebih cepat.
2. Bersifat fleksibel dan sangat handal.
3. Mudah dalam modifikasi (dengan software).
4. Lebih ekonomis daripada PLC untuk aplikasi yang sederhana.
5. Memerlukan waktu training lebih pendek.

Zelio
1. Zelio adalah Smart Relay yang dibuat oleh Schneider Telemecanique.
2. Tersedia dalam 2 model : Model Compact dan Model Modular.
3. Jika diperlukan dapat ditambahkan modul I/O tambahan (expansion I/O modules) , baik I/O diskrit maupun I/O analog.
4. Beberapa option lain juga dapat ditambahkan (Modul komunikasi MODBUS dan Memory).

Keunggulan Smart Relay Zelio :
1. Tersedianya modul komunikasi MODBUS sehingga Zelio dapat menjadi slave PLC dalam suatu jaringan PLC.
2. Terdapat fasilitas Fast Counter (hingga 1KHz).
3. Dapat diprogram dengan menggunakan Ladder dan FBD.
4. Terdapat 16 buah Timer (11 macam), 16 buah Counter, 8 Buah blok fungsi Clock setiap blok fungsi memiliki 4 kanal), automatic summer/winter time switching, 16 buah analog comparator.
5. Dapat ditambahkan 1 modul I/O tambahan.



Pemilihan Smart Relay
1. Pemilihan Smart Relay diturunkan dari kebutuhan aplikasi.
2. Perhatikan batasan kemampuan Smart Relay.
3. Inventarisasi jenis sinyal/tegangan yang ditangani (analog/digital, AC/DC).

Batasan Kemampuan
1. Jumlah dan jenis input.
2. Jumlah dan jenis output
3. Jumlah memory yang tersedia. Zelio dapat diprogram hingga 120 Row (1 Row terdiri dari 5 kontak dan 1 koil).
4. Cara/teknik pemrograman (Ladder Diagram atau FBD).

Keterangan :
1. Jika aplikasi yang akan dibuat memiliki jumlah I/O <= 20 (12 Input dan 8 output) maka gunakanlah Zelio Compact. Dan jika jumlah I/O nya lebih dari 20 gunakanlah Zelio Modular (Zelio Modular Max I/Onya = 40 I/O).
2. Pemilihan tegangan (12 Vdc, 24Vdc, 24 Vac dan 100-240 Vac) tergantung pada jenis tegangan sensor-sensor dan aktuator-aktuator yang akan digunakan.





Kontaktor dan Pemutus Sirkit Motor


Description
Untuk bagian ini, cukup banyak jenis barang yang akan dijelaskan

- Motor Starter

Kontrol
- Manual : digunakan bila motor starter dioperasikan secara manual ( on, off, dilakukan langsung pada starter tersebut )
- Otomatis : digunakan bila diperlukan on, off dapat dilakukan dari tempat lain ( remote kontrol ) dan biasanya motor starter dipasang terpisah dengan panel kontrolnya ( operation panel ).
Asosiasi
- 1 Komponen : fungsi kontrol, proteksi hubung singkat, proteksi beban lebih dan isolasi menjadi satu komponen ( integrated ).
- 2 Komponen : fungsi kontrol dilakukan dengan kontaktor dan fungsi lain dilakukan dengan GV motor circuit breaker.
- 3 Komponen : Fungsi kontrol dilakukan dengan kontaktor, dan fungsi proteksi beban lebih dilakukan dengan relay pengaman beban lebih, sedangkan fungsi proteksi hubung singkat dan isolasi dengan GV motor circuit breaker atau pemutus tenaga tipe MA.

- Kontaktor

Kontaktor ini dirancang menggunakan sistem variabel komposisi sehingga memungkinkan untuk mendapatkan suatu sistem kontrol yang fleksibel untuk berbagai sistem/fungsi kontrol, karena pada kontaktor tersebut tersedia berbagai macam perlengkapan yang dapat dipasang langsung pada kontaktor..... dengan sistem clip on yang terdiri antara lain :
- Pengaman beban lebih
- Modul masukan
- Modul kontrol "auto-man-off"
- Modul tunda waktu on/off
- Modul interface
- Modul Supressor koil
- Lengkapan untuk dipasang di samping kontaktor.
- Blok kontak bantu tambahan
- Interlock mekanis dan elektris
- Lengkapan untuk dipasang di depan kontaktor
- Tunda waktu pneumatis on/off
- Latch blok mekanis
- Kontak bantu tambahan

Dengan sistem tersebut bisa didapatkan banyak keuntungan antara lain :
- Hemat ruangan ( panel )
- Hemat waktu ( pemasangan, pemeliharaan, dll )
- Hemat sediaan ( satu jenis kontaktor yang sama untuk berbagai macam kontaktor )

Dalam pemilihan kontaktor yang perlu diperhatikan :
- Jenis beban
- Kapasitas beban
- frekuensi on-off
- starting dengan waktu yang panjang dan lonjakan arus yang tinggi.
Untuk arus start yang tinggi dan sering on-off sebaiknya digunakan rating kontaktor long life atau high performance sehingga didapatkan kontaktor yang berfungsi dengan baik.

- Relay Thermis Beban Lebih ( Thermal Overload Relay )

Pengamanan beban lebih memproteksi motor pada ketiga fasanya yang baik menggunakan sistem bimetal (LR2-K & LR-D) maupun yang menggunakan system elektronik tanpa supply terpisah (LR9-F) dan mempunyai sensitifitas terhadap hilang fasa yang bekerja dengan sistem differensial (tidak langsung trip pada kasus terjadinya hilang satu fasa) apabila dibutuhkan proteksi yang segera (Instantaneous) harus ditambahkan peralatan khusus untuk proteksi hilang fasa misalnya RM4, RCP,….).

Pengaman beban lebih ini bisa dipasangkan langsung dengan kontaktornya maupun terpisah sehingga sangat fleksibel untuk pemasangannya di dalam panel.

Pengaman beban lebih memproteksi motor dari kerusakan karena terjadinya beban lebih dengan memutuskan suplai ke koil kontaktor (melalui kontak NC nya), sehingga kontaktor terbuka dan motor berhenti (proteksi dilakukan dengan melalui fungsi kontrolnya,tidak ada pemutusan daya langsung pada pengaman beban lebihnya).

Pemilihan jenis pengaman beban lebih ditentukan oleh rating/setting arus sesuai dengan arus nominal motor pada beban penuh dan kelas tripnya. Untuk pemakaian standar digunakan kelas trip 10 yaitu pengaman beban lebih akan trip pada 7.2 Ir dalam waktu 4 detik < Tp < 10 detik, untuk pemakaian dimana dibutuhkan waktu starting yang panjang misalnya pada Blower harus digunakan kelas trip 20 atau 30.



- Circuit Breaker Untuk Motor

Kesalahan yang sering terjadi dalam pemakaian pengaman motor
Karena adanya perbedaan karakteristik dari beban pada saat dijalankan “on” antara beban distribusi dan motor maka dibutuhkan jenis pengaman yang berbeda untuk masing-masing beban.

Sering terjadi pemutusan tenaga distribusi (distribution circuit breaker) digunakan untuk pengaman motor, sehingga sering terjadi masalah pada saat motor dijalankan walaupun digunakan pemutus tenaga distribusi dengan nilai kurva magnetis yang tinggi. Untuk mengatasi masalah ini biasanya dilakukan menaikkan kapasitas dari “breaker”nya (menggeser kurva trip ke kanan) dan memasang pengaman beban lebih terpisah untuk menghindari arus start motor menyentuh kurva jatuh (trip) dari pemutus tenaga distribusi tersebut.

Hal ini akan menimbulkan masalah yang lain yaitu komponen-komponen lain (selain pemutus tenaga) mempunyai kapasitas “thermal stress limit” dan “breaking capacity” yang relatif kecil dibandingkan dengan kapasitas pemutus tenaganya sehigga tidak terlindung apabila terjadi hubungan singkat (kurvanya berada disebelah kiri kurva jatuh pemutus tenaganya). Dalam kondisi seperti ini, apabila terjadi hubungan singkat komponen yang lain akan rusak/berubah karakteristiknya terlebih dahulu sebelum pemutusan tenaga tersebut jatuh.

Perubahan karakteristik pada pengaman beban lebih akan menyebabkan peralatan tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya sehingga bisa menyebabkan motor terbakar pada saat terjadi arus beban lebih. Untuk mengatasi masalah tersebut gunakan “GV Motor Circuit BREAKER”.

Motor kontrol dan proteksi
Dengan menggunakan jenis breaker yang benar (GV) akan didapatkan proteksi yang baik terhadap manusia dan instalasi sesuai dengan IEC 947. Untuk meningkatkan unit kerja dari GV2 yang telah dikenal pada saat ini dipasarkan jenis GV sebagai berikut :

GV2 – P: Thermal Magnetic motor circuit breaker.
* kapasitas pemutusan 50 kA – 100 kA
* rotary handle operator
* posisi handle on – off – tripposisi handle on – off – trip

GV2 – L: Magnetic motor circuit breaker.
* kapasitas pemutusan 50 kA – 100 kA
* rotary handle operator
* posisi handle on – off – trip

Jenis Thermal Magnetic (GV2-ME, GV2-P, GV3-ME, GV7-R).
Dipasang pada masing-masing motor sedangkan jenis magnetic (GV2L) digunakan untuk proteksi dengan aplikasi khusus misalnya :
- Kelas Trip 20
- Proteksi Group

- D.O.L Motor Starter

TeSys Model U adalah D.O.L Starter (Total Coordination) dengan performance memenuhi fungsi sebagai berikut :

Proteksi dan Kontrol untuk motor 1 fasa dan 3 fasa :
- Fungsi pengereman
- Proteksi beban lebih dan hubung singkat
- Proteksi Thermal Overload
- Power Switching

Kontrol dan aplikasi dari :
- Alarm proteksi
- Monitoring aplikasi (Running Time, Jumlah Gangguan dan Nilai Arus Motor)
- Data Logs (Menyimpan 5 Data Gangguan terakhir bersama-sama dengan nilai parameter motor)

Komponen dasar dari starter
Starter secara umum terdiri dari Power Base dan Control Unit

- Power Base
Sudah terintegrasi dengan fungsi "Breaking" dan mempunyai kapasitas pemutusan 50 kA pada 400 Volt, merupakan total Coordination ( yang menjamin kesinambungan pelayanan ) dan fungsi switching.
Ada dua jenis rating yang tersedia, yaitu 0-12 A dan o-32 A.
Tersedia non-reversing ( LUB ) dan reversing ( LU2B )

- Control Unit
Control unit harus dipilih sesuai dengan tegangan kontrol, daya motor yang akan diproteksi dan tipe proteksi yang diperlukan.

* Standard Control Unit (LUCA)
Cukup untuk proteksi dasar yang diperlukan motor seperti beban lebih dan hubung singkat.
* Advanced Control Unit (LUCB, LUCC, LUCD)
Mempunyai fungsi tambahan seperti alarm, nilai arus motor dan pembedaan jenis gangguan.
* Multifunction Control Unit (LUCM)
Sesuai untuk proteksi dan kontrol yang lebih canggih seperti :
- Proteksi terhadap beban lebih dan hubung singkat
- Proteksi terhadap gangguan fasa dan fasa tidak seimbang
- Reset parameter secara manual atau secara otomatis
- Alarm untuk fungsi proteksi
- Fungsi Log
- Pembedaan gangguan
- Over torque dan no load running

Option untuk kontrol :
- Modul fungsi
- Modul komunikasi
- Modul auxiliary contact
- Add-on contact block

Option untuk Power :
- Reserver Block, memungkinkan penggunaan Non Reversing menjadi Reversing
- Limiter Disconnector, memungkinkan naiknya kapasitas pemutusan menjadi 130 kA pada 400 Volt.


Selain alat-alat di atas, juga terdapat :

- Electronic Over Current Relay
- Enclosed Motor Starter
- Direct On Line Starter
- Star - Delta Starter
- Many Kinds of Relay
- Thermistor Protection Relay
- Relay Kontrol





Soft Start dan Inverter


Dengan adanya inverter Altivar, putaran motor induksi dapat diatur dalam jangkauan yang lebar. Banyak aplikasi yang bukan saja membutuhkan jangkauan putaran yang lebar tetapi juga kestabilan putarannya terhadap nilai acuan yang diinginkan. Untuk menjawab kebutuhan ini, maka harus dipasang suatu sitem pengendalian.

Motor induksi terdiri dari dua bagian utama, yaitu stator dan rotor. Stator adalah bagian yang tidak bergerak, terdiri dari lapisan-lapisan besi dengan alur-alur berisi kumparan-kumparan. Kumparan-kumparan ini dihubungkan dengan sumber daya 3 phasa, sehingga didapatkan sebuah medan magnet putar. Kecepatan medan magnet putar tergantung pada

jumlah kutub stator dan frekuensi sumber dayanya. Kecepatan ini disebut kecepatan sinkron, yang ditentukan dengan rumus:


Ns = 120 f
P


dengan Ns adalah kecepatan sinkron (rpm), f adalah frekuensi sumber daya (Hz), dan P adalah jumlah kutub stator.

Inverter merupakan suatu peralatan yang dapat digunakan untuk mengkonversikan sumber daya 3 phasa menjadi tegangan DC yang kemudian dikonversikan lagi menjadi sumber daya 3 phasa dengan frekuensi yang sesuai. Cara ini bisa dipakai karena diketahui bahwa kecepatan sinkron motor induksi berbanding lurus dengan frekuensi sumber dayanya.

Sumber daya dari PLN mempunyai frekuensi yang konstan, yaitu 50 Hz. Salah satu cara yang efektif untuk menghasilkan tegangan dengan frekuensi yang bisa diatur yaitu dengan jalan membangkitkannya sendiri. Untuk itu diperlukan suatu sumber daya DC. Sumber daya ini diperoleh dari sumber daya PLN yang disearahkan dengan rectifier. Selanjutnya sumber daya ini ditapis dengan filter DC untuk mendapatkan sumber daya DC yang lebih rata. Kemudian dengan melalui suatu rangkaian switch (disebut sebagai jembatan inverter) yang bias dikendalikan sedemikian rupa, sumber daya itu bias diubah menjadi sumber daya 3 phasa pada ujung beban. Dengan cara mengontrol waktu pensaklaran dari switch-switch tersebut dengan menggunakan sinyal PWM (Pulse Width Modulation).

Dengan menggunakan inverter, maka akan banyak diperoleh keuntungan secara teknis bila dibandingkan dengan cara lain. Beberapa keuntungan tersebut antara lain: mempunyai jangkauan kecepatan yang lebih lebar, mempunyai beberapa pola untuk hubungan tegangan dan frekuensi, mempunyai fasilitas penunjukan meter, mempunyai lereng akselerasi dan deselerasi yang dapat diatur secara independen, kompak, serta sistem lebih aman.


Soft Starter Altistart dan Variable Speed Drive Altivar menawarkan pada Anda sesuatu yang lebih sederhana, ringkas, terbuka dan fleksibel :
q Versi siap dipakai
q Menggunakan software PowerSuite,
q Banyak pilihan untuk jaringan komunikasi.
banyak terdapat evolusi dan fitur-fitur baru untuk meningkatkan kapasitas produksi Anda.

Power Suite :
sebuah software yang unik untuk semua Altistart dan Altivar
Menyesuaikan pengaturan se-minimal mungkin!
q Menyederhanakan definisi dari parameter,
q Menyiapkan dan mencetak konfigurasi,
q Perbandingan dokumen,
q Reproduksi cepat untuk aplikasi-aplikasi sejenis,
q Remote Monitoring.






MCCB Adalah pemutus sirkit tegangan menengah.


MCCB Adalah pemutus sirkit tegangan menengah.

Dalam memilih circuit breaker hal-hal yang harus dipertimbangkan adalah :

- Karakteristik dari sistem di mana circuit breaker tersebut dipasang.
- Kebutuhan akan kontinuitas pelayanan sumber daya listrik.
- Aturan-aturan dan standar proteksi yang berlaku.

Karakteristik sistem

1. Sistem tegangan
Tegangan operasional dari circuit breaker harus lebih besar atau minimum sama dengan tegangan sistem.

2. Frekuensi sistem
Frekuensi pengenal dari circuit breaker harussesuai dengan frekuensi sistem.
Circuit breaker Merlin Gerin dapat beroperasi pada frekuensi 50 atau 60 Hz.
Untuk aplikasi pada frekuensi 400 Hz silahkan hubungi kami.

3. Arus pengenal
Arus pengenal dari circuit breaker harus disesuaikan dengan besarnya arus beban yang dilewatkan oleh kabel, dan harus lebih kecil dari arus ambang yang diijinkan lewat pada kabel.

4. Kapasitas pemutusan
Kapasitas pemutusan dari circuit breaker harus paling sedikit sama dengan arus
hubung singkat prospektif yang mungkin akan terjadi pada suatu titik instalasi
dimana circuit breaker tersebut dipasang.

5. Jumlah pole dari circuit breaker
Jumlah pole dari circuit breaker sangat tergantung kepada sistem pembumian dari sistem.

Kebutuhan kontinuitas sumber daya

Tergantung dari kebutuhan tingkat kontinuitas pelayanan sumber daya listrik, dalam memilih circuit breaker harus diperhatikan :
1. Diskriminasi total dari dua circuit breakaer yang ditempatkan secara seri, atau
2. Diskriminasi terbatas (sebagian), diskriminasi hanya dijamin sampai tingkat
arus gangguan tertentu.

Aturan-aturan dan standar proteksi

Aturan-aturan instalasi listrik yang berlaku seperti PUIL harus diperhatikan dan dituruti.
Standar-standar yang diacu baik standar lokal maupun standar internasional harus diperhatikan seperti SPLN, IEC 60947-2.
Untuk spesifikasi lain yang mengacu pada standar-standar lain ataupun aplikasi khusus dan spesifik.




12.02.2009

Free Personal signatures - cool!

TEXTAREA_ID

12.01.2009

PLC systems simatic S7-400


The S7-400 adalah yang paling kuat di SIMATIC PLC Controller keluarga; kisaran yang memungkinkan otomatisasi berhasil solusi dengan Totally Integrated Automation. S7-400 yang merupakan platform untuk sistem otomasi solusi di industri manufaktur dan proses, dan dibedakan di atas semua oleh modularitas dan kinerja cadangan.

Lamaran

* Otomotif industri (perakitan e.g. baris)
* Mesin bangunan, termasuk bangunan mesin khusus
* Kertas dan industri percetakan
* Makanan dan minuman industri
* Woodworking
* Industri kimia dan petrokimia
* Proses rekayasa, e.g. persediaan air, pengolahan air limbah
* Steel industri
* Power generasi dan distribusi dan lebih

S7-300 pada spektrum CPU CPU meliputi varian berikut:

* CPU412-1/412-2/414-2/414-3
* CPU 416-2/416-3/417-4
* CPU CPU 414-H/417-H Failsafe

Instalasi

Sebuah sistem S7-400 pada dasarnya terdiri dari sebuah backplane, sebuah power supply, dan CPU. Sistem modular dan dapat diatur dengan mudah tanpa perlu mematuhi aturan slot. S7-400 yang ditandai oleh kipas kasar operasi bebas dengan bertukar panas modul sinyal.

Sebuah beragam modul dapat digunakan baik untuk perluasan dan terpusat untuk setup yang mudah dari struktur didistribusikan dengan ET 200; ini sangat rendah mengakibatkan biaya persediaan suku cadang.



Lencana