11.05.2008

Posted by gustaf parlindungan lumban tobing On 11/05/2008 04:55:00 PM 1 comment
Dear BEDO members,

Please find advise from Finance Consultant about World Economic Crisis. I

hope it can helo you to make decision in this hard years. Sorry only in

Bahasa Indonesia.
Jeff Kristianto

Ketika Sang Pakar berkata,
From: rina sutarto



Sent: Monday, October 27, 2008 12:48 AM

Subject: Tentang Krisis Ekonomi
Teman2, agak serius dikit ya.

Sebetulnya ini agak telat, tapi sorry karena pikiranku kesita banget ama

kerjaan. Barusan aja aku kepikiran untuk share ama kalian di milist ini.
Aku sendiri juga kelimpungan jawab pertanyaan dari orang2 soal ini. Ini
bukan nakut2in tapi kenyataan dan aku nulis ini supaya kalian tahu apa

yang harus dilakukan. Aku kerja di bidang investasi dan keuangan dan aku

dah tahu duluan tentang hal ini. Aku dah tahu dan ngerasain krisis ini

dari awal tahun tapi kan belum ngefek ke real sector, berhubung sekarang
udah menjalar dan kalian akan segera merasakannya maka aku
tulis ini.



Krisis ini bisa lebih buruk dari krisis 98, tapi kondisi ekonomi kita



lebih kuat sekarang. Krisis yang sekarang asalnya dari luar bukan dari

dalam negeri. So, aku minta kalian benar2 baca tulisan aku ampe selesai.

Terserah kalian akan ikutin atau tidak, yang jelas aku punya license

nasional dan pemahaman yang membuat tulisan aku di bawah ini suatu

penjelasan dan saran yang bisa diikuti, bukan nakut2in. Bila ada

pertanyaan bisa menghubungi aku di 08111834945, free of charge. Ini juga

bukan iklan, gue ngga butuh. Please feel free. Tapi please jangan marah
kalo gue
ngga jawab karena kantor juga kacau abis.

Singkatnya gini deh:

Kondisi ekonomi:

1. Krisis keuangan di AS sangat sangat sangat parah. Tidak ada yang
selamat. Ini sistem yang hancur.
2. Krisis itu telah menjalar ke seluruh dunia, sekali lagi tidak ada yang
selamat. Kalo ada rumor yang mengatakan bahwa negara ini bakal kuat,

bakal jadi pemimpin, jangan percaya.

3. Banyak negara sudah memasuki masa resesi, seperti Inggris dan
Singapur. Sebenarnya banyak sekali negara sudah masuk resesi tapi secara

definisi belum karena dalam definisi ekonomi suatu negara dinyatakan

resesi bila pertumbuhan ekonominya negatif 2 kuartal berturut2. Jadi yang

tinggal di Singapore, Inggris dan US benar2 harus melakukan perubahan
cara hidup mulai sekarang.

4. Krisis ekonomi sudah menjalar ke sektor real artinya akan kita

rasakan. Sekarang sebenarnya sudah tapi tidak banyak orang awam yang
benar2 sadar dampaknya. Ekspor kita sudah melambat, harga2 komoditas kita

sudah jatuh, eksportir2 kita sudah memecati karyawan, impor ilegal sudah

masuk. Pertumbuhan ekonomi kita bisa negatif.

5. Sektor2 yang paling dulu terkena imbasnya adalah properti, manufaktur,
pertambangan, perkebunan.. ..sebenarnya sekarang udah terasa. Jadi tahun
depan jangan harapkan perusahaan kalian kasi bonus besar lagi atau kasi

kenaikan gaji tinggi lagi,

Artinya : Semua orang, semua negara sedang dalam perang memperebutkan

cash. Siapa yang punya cash nantinya punya kemampuan lebih untuk bertahan


Saran dari aku:

1. Gaji dan semua income jangan dibelikan investasi lagi. PEGANG CASH.

Buat kalian yang pas2an
sekali, aku saranin, akumulasi cash dalam bentuk

hard cash yaitu rekening tabungan (yang bisa ditarik dengan ATM). So,

gaji masuk jangan belanja apa2.

2. Barang2 tertier terutama yang bakal dibeli pake kredit nanti dulu deh,

pegang cash dulu. Barang2 akan mahal, susu anak mahal...so, pegang cash.
3. Bila kalian dengar harga emas naik dan sebagainya, jangan tergiur.
Emas memang naik, tapi sangat volatile. Contoh temanku, beli emas,
niatnya mau jualan,....eh telat, sekarang turun lagi. Lagian percaya deh,
sulit jualnya karena semua orang dalam kondisi pengin jualan. Kalian bisa

beli kemungkinan besar susah jualnya

4.Investasi tunda dulu deh. Kalo memang ada duit lebih deposito saat ini

yang paling cocok, itu juga near to cash walaupun ada jatuh temponya. Nah

untuk deposito aku saranin:
4.a. Masukkan ke bank yang aman, buat kalian aku sarankan kalo bisa bank

pemerintah.

4.b Bunga penjaminan pemerintah hanya 10%. Artinya bila deposito kalian
mendapat bunga di atas 10% maka uang kalian tidak akan dijamin oleh

pemerintah. Bila, bank itu kolaps, maka uang kalian bisa saja
hilang....lang lang. Terus nominal yang diganti hanya
maksimal 2 M.

Mungkin kalian tidak ada yang punya sebanyak itu tapi informasi ini bisa

dishare ke bokap atau nyokap.

5. Jangan panik lalu ikut2an beli emas atau dollar. Dollar justru

tinggi2nya. Udah Rp 10,000 an. Dollar yang tinggi ini karena investor

asing menarik uangnya dari Indonesia, mereka kan butuh dollar supaya bisa

dibawa ke negara mereka. Jadi bukan karena kondisi ekonomi kita yang

jelek.

Rumor:



1. Ekonomi Indonesia kuat, jauh lebih kuat daripada Singapore bahkan.

Singapore sudah masuk resesi, 2 kuartal berturut2 -6%. Indonesia masih

tumbuh 6%. Bila ada rumor yang mengatakan bahwa krisis kali ini

disebabkan oleh pemerintah kita yang payah jangan percaya. Tim ekonomi
kita sekarang ini tangguh. Cara mereka menanggulangi krisis sudah on

track. BI mungkin membuat kebijakan yang mengejutkan tapi Menkeu tidak. I

am objective di sini karena aku pelaku pasar bukan orang politik.
2. Jadi, bila ada rumor yang mengajak kalian menggulingkan pemerintah

sekarang seperti zaman Soeharto, jangan terpancing.

3. Hutang luar negeri kita sangat2 kecil saat ini dan
cadangan devisa

kita jauh lebih kuat daripada tahun 97/98. Dulu hutang luar negeri kita

100% dan cadangan devisa kita nol. Saat ini kita juga tidak ada hubungan
lagi dengan IMF. Semua hutang kita itu independent.

Tindakan:

1. Selain menyediakan cash untuk keperluan kita dan keluarga, mulai
sekarang belilah dan pakailah produk dalam negeri. Aku ngga sok idealis,

ini ada logikanya. Logikanya gini. Sekarang semua negara butuh cash,

istilahnya ngga ada yang beli dagangan mereka, semua negara maunya jualan

produk mereka supaya dapat
cash. Nah, ngapain coba kita ngasih rakyat

negara lain pendapatan dengan membeli produk2 mereka? Rugi amat. So, pake

semua produk lokal. Kita mulai dari diri kita sendiri. Belanja ke
Singapore nya ntar dulu. Travelling ke Phuket nya ntar dulu. Beneran....



2. Produk impor yang menggiurkan sudah masuk menyerbu ke Indonesia. Itu
sebenarnya dagangan negara2 lain yang tidak laku di USA karena USA dan
negara2 kaya dan maju sudah bangkrut sehingga ngga minat lagi. Harga

barang2 itu murah tapi sekali lagi, ngapain kasi makan negara lain
sementara negara2 itu sudah tidak punya kapasitas lagi kasih makan
kita.

Ini bukan kondisi normal lagi ketika perdagangan antar negara terjadi
karena saling membutuhkan, ini sih negara yang jualan udah ngga bisa

timbal balik beli barang kita. Dong kan? Lagian ati2, mereka masuk dengan

barang2 palsu kaya telur palsu dari bahan kimia.Yang sudah masuk sih

barang2 dari China karena ekspor mereka tidak terserap oleh US makanya
dibuang ke Asia. Dan ingat walaupun ekonomi China masih tumbuh 10% dan



cadangan valas merekan terbesar di dunia, duit mereka juga sudah banyak



ketanam di AS sehingga mereka juga merasakan dampak krisis ini.



3. Sekarang
udah ngga pada kondisinya deh ngributin masalah politik dan

ideologi, so jangan terpancing.. ..amakan dulu perut.





Investasi;



1. Bagi kalian yang punya reksadana di saham, kalo nilai investasi kalian


sudah di bawah 50%, biarkan saja, jangan dijual karena kalo kalian jual



maka uang kalian benar2 akan tinggal dikit. Biarkan saja nanti balik



lagi...tapi kali ini memang lama....minimal 2 tahun bahkan lebih. Sekali



lagi ini krisis yang sangat besar, terbesar sepanjang masa ekonomi dunia



modern.


2. jangan beli asuransi dengan link lagi.
Bila ada asuransi dengan link



di dalamnya aku jamin hasil investasi kalian kecil sekali. Kalo belum



lama belinya tanya ke agennya bisa tidak diswitch ke murni asuransi.



2. Kalo memang ada duit lebih, masukkan saja ke deposito. Sekarang



yieldnya lagi tinggi tapi ingat penjelasan ku tentang deposito di atas.







Rina
Reactions:

1 comment:

  1. blognya lumayan di search engine kenapa gak di pasang kumpulblogger,kan lumayan dapat duit.

    ReplyDelete