5.31.2008

Atraksi Debus Banten yang kian punah

Posted by gustaf parlindungan lumban tobing On 5/31/2008 01:14:00 PM No comments
Untuk melihat atraksi foto dan video Debus Banten, klik.

( http://alambudaya. blogspot. com/2007/ 10/atraksi- debus-banten. html
)

Setelah mengucapkan mantra "haram kau sentuh kulitku, haram kau
minum darahku, haram kau makan dagingku, urat kawang, tulang wesi, kulit
baja, aku keluar dari rahim ibunda. Aku mengucapkan kalimat la ilaha
illahu. Maka pada saat itu juga ia menusukkan golok tersebut ke paha,
lengan, perut dan bagian tubuh lainnya. Pada saat atraksi tersebut iapun
menyambar leher anak kecil sambil menghunuskan goloknya ke anak
tersebut. Anehnya bekas sambaran golok tersebut tidak ada meninggalkan
luka yang sangat berbahaya bagi anak tersebut.

Atraksi yang sangat berbahaya tersebut biasa kita kenal dengan sebutan
Debus, Konon kesenian bela diri debus berasal dari daerah al Madad.
Semakin lama seni bela diri ini makin berkembang dan tumbuh besar
disemua kalangan masyarakat banten sebagai seni hiburan untuk
masyarakat. Inti pertunjukan masih sangat kental gerakan silat atau
beladiri dan penggunaan senjata. Kesenian debus banten ini banyak
menggunakan dan memfokuskan di kekebalan seseorang pemain terhadap
serangan benda tajam, dan semacam senjata tajam ini disebut dengan
debus.

Kesenian ini tumbuh dan berkembang sejak ratusan tahun yang lalu,
bersamaan dengan berkembangnya agama islam di Banten. Pada awalna
kesenian ini mempunyai fungsi sebagai penyebaran agama, namun pada masa
penjajahan belanda dan pada saat pemerintahan Sultan Agung Tirtayasa.
Seni beladiri ini digunakan untuk membangkitkan semangat pejuang dan
rakyat banten melawan penjajahan yang dilakukan belanda. Karena pada
saat itu kekuatan sangat tidak berimbang, belanda yang mempunyai senjata
yang sangat lengkap dan canggih. Terus mendesak pejuang dan rakyat
banten, satu satunya senjata yang mereka punya tidak lain adalah warisan
leluhur yaitu seni beladiri debus, dan mereka melakukan perlawanan
secara gerilya.

Debus dalam bahasa Arab yang berarti senjata tajam yang terbuat dari
besi, mempunyai ujung yang runcing dan berbentuk sedikit bundar. Dengan
alat inilah para pemain debus dilukai, dan biasanya tidak dapat ditembus
walaupun debus itu dipukul berkali kali oleh orang lain. Atraksi atraksi
kekebalan badan ini merupakan variasi lain yang ada dipertunjukan debus.
Antara lain, menusuk perut dengan benda tajam atau tombak, mengiris
tubuh dengan golok sampai terluka maupun tanpa luka, makan bara api,
memasukkan jarum yang panjang ke lidah, kulit, pipi sampai tembus dan
tidak terluka. Mengiris anggota tubuh sampai terluka dan mengeluarkan
darah tetapi dapat disembuhkan pada seketika itu juga, menyiram tubuh
dengan air keras sampai pakaian yang melekat dibadan hancur, mengunyah
beling/serpihan kaca, membakar tubuh. Dan masih banyak lagi atraksi yang
mereka lakukan.

Dalam melakukan atraksi ini setiap pemain mempunyai syarat syarat yang
berat, sebelum pentas mereka melakukan ritual ritual yang diberikan oleh
guru mereka. Biasanya dilakukan 1-2 minggu sebelum ritual dilakukan.
Selain itu mereka juga dituntut mempunyai iman yang kuat dan harus yakin
dengan ajaran islam. Pantangan bagi pemain debus adalah tidak boleh
minum minuman keras, main judi, bermain wanita, atau mencuri. Dan pemain
juga harus yakin dan tidak ragu ragu dalam melaksanakan tindakan
tersebut, pelanggaran yang dilakukan oleh seorang pemain bisa sangat
membahayakan jiwa pemain tersebut.

Menurut beberapa sumber sejarah, debus mempunyai hubungan dengan tarekat
didalam ajaran islam. Yang intinya sangat kental dengan filosofi
keagamaan, mereka dalam kondisi yang sangat gembira karena bertatap muka
dengan tuhannya. Mereka menghantamkan benda tajam ketubuh mereka, tiada
daya upaya melainkan karena Allah semata. Kalau Allah tidak mengijinkan
golok, parang maupun peluru melukai mereka. Dan mereka tidak akan
terluka.

Pada saat ini banyak pendekar debus bermukim dikecamatan Walantaka,
keragilan dan wilayah serang. Yang sangat disayangkan keberadaan debus
makin lama kian berkurang, dikarenakan para pemuda lebih suka mencari
mata pencaharian yang lain. Dan karena memang atraksi ini juga cukup
berbahaya untuk dilakukan, karena tidak jarang banyak pemain debus yang
celaka karena kurang latihan maupun ada yang "jahil" dengan
pertunjukan yang mereka lakukan. Sehingga semakin lama warisan budaya
ini semakin punah. Dahulu kita bisa menyaksikan atraksi debus ini
dibanyak wilayah banten, tapi sekarang atraksi debus hanya ada pada saat
event – event tertentu. Jadi tidak setiap hari kita dapat melihat
atraksi ini. Warisan budaya, yang makin lama makin tergerus oleh
perubahan jaman.

Untuk melihat atraksi foto dan video Debus Banten, klik.

( http://alambudaya. blogspot. com/2007/ 10/atraksi- debus-banten. html
)
Reactions:

0 comments:

Post a Comment